
Seorang perempuan
Yazidi berusia 17 tahun, yang menjadi salah satu korban penculikan dari
kelompok ISIS melakukan sambungan telepon secara sembunyi kepada
keluarganya, pada Ahad 17 Agustus 2014. Perempuan itu mengatakan bahwa
ISIS akan menjadikannya budak atau menikah dengan salah satu anggota
ISIS.
Perempuan ini diculik dari rumahnya di Mosul. Dia
dibawa dengan bus ke penjara selama 3 hari, kemudian dipindahkan ke
lokasi yang yang diduga sebagai tempat dia menelepon keluarganya.
Dikutip
dari Daily Mail pada Rabu 20 Agustus 2014, ini pertama kalinya ada
telewicara yang dilakukan korban penculikan dari penjara milik ISIS.
Perempuan ini menceritakan, ada seorang perempuan hamil yang bersamanya
mengatakan lebih baik jet tempur datang meledakkan bom di sini dan
menyelematkan kami atau membunuh kami semua. Lebih baik mati daripada
dipaksa harus hidup dengan kelompok ISIS.
Kekejaman yang
dilakukan ISIS terhadap perempuan-perempuan yang mereka culik di
antaranya, meminta dokter melakukan tes keperawanan kepada para tahanan
untuk memastikan bahwa mereka "layak" untuk para militan. Kemudian
pemimpin ISIS menyetujui adanya "Jihad Al Niqah", aturan yang
memperbolehkan para militan ISIS memilih perempuan yang dia inginkan
untuk jadi budak seks. Perempuan dan anak yang ditahan juga bisa dijual
untuk menjadi budak atau didiamkan hingga mati kelaparan.
Berdasarkan
laporan dari aktifis Yazidi, para sandera yang diculik oleh ISIS,
ditempatkan di penjara, sekolah, masjid, rumah sakit bahkan di rumah
pribadi yang berada dibawah kendali ISIS.
Faysal Sherif,
27 tahun, mahasiwa program master di universitas Turki, mengatakan ISIS
telah menculik istri dan anaknya. Istrinya yang membawa telepon genggam
sempat memberi kabar kepadanya.
Istrinya berujar berada di
penjara Telafar selama 12 hari, kemudian dipindahkan ke sebuah sekolah.
Mereka harus memilih antara pindah agama atau mati kelaparan. Banyak
anak-anak yang diculik menderita dehidrasi dan diare.
Shivan,
seorang pejuang Yazidi yang bergabung dengan tentara Irak, melaporkan
ISIS menculik 700 orang dari 3 kota. Mereka mengambil perempuan dan
anak-anak, dan membunuh semua laki-laki. Mereka yang diculik berada di
penjara Talafar, penjara di Badash dan Mosul.
Sumber: Tempo